Saturday, January 27, 2018

ADA 3 PILAR EVALUASI UMAT ISLAM (No.1 dari) “ SERBA SERBI ANGKA TIGA”


ADA 3 PILAR EVALUASI UMAT ISLAM

(No.1 dari) SERBA SERBI ANGKA TIGA”

1.      Keimanan
2.      Hidayah
3.      Kebenaran
     
       Rasulullah sudah berpesan kalau suatu saat nanti umat islam itu akan terbagi 73 golongan, dari 73 golongan itu hanya 1 golongan yang selamat (masuk surga) sedangkan sisanya 72 golongan tidak selamat (masuk neraka) Penggolongan ini adalah penggolongan di mata Allah dan Rasulullah, bukan penggolongan dalam kaca mata umat yang membuat golongan berdasarkan nama organisasi.

       Masing masing umat islam yang tersebar dalam 73 golongan itu merasa dan berkeyakinan bahwa dia adalah bagian dari golongan yang 1 (golongan yang selamat) tapi beranikah mereka mengevaluasi diri …? (dengan 3 pilar evaluasi: 1. Keimanan, 2. Hidayah, 3. Kebenaran) Semua umat islam dalam 73 golongan itu kalau ditanya  apakah mereka beriman..? mereka akan menjawab ya, saya beriman atau kami beriman.
       Benarkah kita beriman atau benarkah iman kita .? kita semua harus berani dan mau mengevaluasi diri, saya benar beriman atau iman saya benar karena mempunyai Hidayah. Kalau orang mengaku beriman tapi dia tidak mendapat hidayah maka imannya itu hanyalah iman-imanan alias imannya tidak benar atau dia tidak benar-benar beriman.
       Selanjutnya kalau masing-masing umat itu ditanya apakah mereka mendapat hidayah..? dengan lancar selancar dengan pertanyaan (evaluasi) pertama, mereka menjawab saya mempunyai hidayah atau kami mendapat hidayah.
       Tapi benarkah kita mendapat hidayah, (petunjuk)..? Sama dengan keimanan di muka kita semua harus berani dan mau mengevaluasi diri apa benar saya mendapat hidayah, apa indikasinya,,? Siapapun tidak boleh menyangkal bahwa orang yang mendapat hidayah itu adalah orang yang dapat menangkap kebenaran. Benarkah seseorang mendapat hidayah kalau tidak dapat menangkap kebenaran..?

       Jadi ada 3 pilar evaluasi umat untuk mengetahui apakah seseorang masuk golongan 1 atau golongan 72 yaitu: 1. Keimanan, 2. Hidayah, 3. Kebenaran
       Selanjutnya umat islam itu kalau ditanya apakah mereka dapat menangkap kebenaran,,? Maka mereka menjawab tidak selancar menjawab pertanyaan evaluasi pertama dan kedua. Walau mereka tetap menjawab: “ saya dapat menangkap kebenaran “! Padahal inilah evaluasi yang menentukan, kalau seseorang memang dapat menangkap kebenaran maka dia harus dapat menjelaskan:

1.      Apakah kebenaran itu..?
2.      Apakah ada beda kebenaran dan pembenaran..? dan apa bedanya…?   
3.      Apakah ada beda kebenaran dan kebetulan ..? dan apa bedanya..?
4.      Ada berapa macamkah kebenaran itu..? (berdasarkan sifat dan fungsinya)

Catatan:
Umat islam yang 72 golongan yang tersesat itu, tersesat karena tidak dapat menangkap kebenaran secara sungguh-sungguh , karena tidak dapat membedakan Agama adalah kebenaran mutlak. (mutlak berarti tidak boleh ada kritik dan saran, tidak ada inovasi, dan modifikasi terhadap ketentuan agama yang merupakan Petunjuk Allah yang Maha benar), berbeda dengan kebenaran lainnya (seperti ilmu pengetahuan, hukum positive, adat, budaya) yang relative, sehingga mereka mempunyai status bid’ah dan atau musyrik, 2 hal yang merusak kemurnian agama. Indikasi sesat dapat dilihat secara jernih, dan seksama mereka terdiri dari orang bodoh merasa pintar, dan orang pintar tapi berbuat bodoh.
Hal ini terjadi karena tidak dapat menangkap kebenaran, terutama dalam memandang Alqur’an sebagai kitab dan pelajaran yang nyata tidak mengenal isinya ada bab gaib, ada bab syar’i ,dan ada bab ilmu pengetahuan. Ada yang harus ditangkap dengan dalil (syar’i) dan ada dengan dalih atau penalaran (ilmu pengetahuan). Kalau disamaratakan maka timbul bid’ah dan musyrik.
                                                                
1

No comments:

Post a Comment